MODEL EVALUASI CIPP

MODEL EVALUASI CIPP
Model evaluasi ialah model disain evaluasi yang dibuat oleh ahli-ahli atau pakar-pakar evaluasi yang biasanya dinamakan sama dengan pembuatnya atau tahap pembuatannya. Model-model ini dianggap model standar atau dapat dikatakan merek standar dari pembuatannya.

Stafflebeam (1969, 1971, 1983, Stufflebeam & Shinkfield 1985) adalah ahli yang mengusulkan pendekatan yang berorientasi kepada pemegang keputusan (a decision oriented evaluation approach structured) untuk menolong administrator membuat keputusan. la merumuskan evaluasi sebagai “Suatu proses menggambarkan, memperoleh dan menyediakan informasi yang berguna untuk menilai alternatif keputusan” (Stafflebeam 1973 hal. 127). Dia membuat pedoman kerja untuk melayani para manajer dan administrator menghadapi empat macam ke putusan pendidikan, membagi evaluasi-menjadi empat macam yaitu:

1. Context Evaluation

Evaluasi konteks adalah upaya untuk menggambarkan dan merinci lingkungan, kebutuhan yang tidak terpenuhi, populasi dan sampel yang dilayani, dan tujuan proyek. Contoh pengajuan pertanyaan, untuk evaluasi yang diarahkan pada program makanan tambahan anak sekolah (PMTAS). Ada empat pertanyaan yang dapat diajukan sehubungan dengan evaluasi konteks, yaitu sebagai berikut :

a. Kebutuhan apa saja yang belum terpenuhi oleh program, misalnya jenis makanan dan siswa yang belum menerima?
b. Tujuan pengembangan apakah yang belum dapat tercapai oleh program, misalnya peningkatan kesehatan dan prestasi siswa karena adanya makanan tambahan?

c. Tujuan pengembangan apakah yang dapat membantu mengembangkan masyarakat, misalnya kesadaran orang tua untuk memberikan makanan bergizi kepada anak-anaknya?

d. Tujuan-tujuan mana sajakah yang paling mudah di capai, misalnya pemerataan makanan, ketepatan penyediaan makanan?
2. Input evaluation

Maksud dari evaluasi masukan adalah kemampuan awal siswa dan sekolah dalam menunjang PMTAS, antaralain kemampuan sekolah dalam menyediakan petugas yang tepat, pengatur menu yang  andal, ahli kesehatan yang berkualitas, dan sebagainya. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan untuk program pendidikan yang berkenaan dengan masukan, antara lain :

a. Apakah makanan yang diberikan kepada siswa berdampak jelas pada perkembangan siswa?

b. Berapa orang siswa yang menerima dengan senang hati atas makanan itu?

c. Bagaimana reaksi siswa terhadap pelajaran setelah menerima makanan tambahan?

d. Seberapa tinggi kenaikan nilai siswa setelah menerima makanan tambahan?

Menurut Stufflebeam pertanyaan yang berkenaan dengan masukan mengarah pada masalah yang mendorong diselenggarakan program bersangkutan.

3. Process Evaluation

Evaluasi proses dalam CIPP menunjuk pada “apa” (what) kegiatatn yang dilakukan dalam program, “siapa” (who) orang yang ditunjuk sebagai penanggung jawab program , “kapan” (when) kegiatan akan selesai. Dalam model CIPP, evaluasi proses diarahkan pada seberapa jauh kegiatan yang dilaksanakan di dalam program sudah terlaksana sesuai dengan rencana. Oleh Stufflebeam diusulkan pertanyaan-pertanyaan untuk proses antara lain sebagai berikut :

a. Apakah pelaksaan program sesuai dengan jadwal?

b. Apakah staf yang terlibat di dalam pelaksanaan program akan sanggup menangani kegiatan selama proses berlangsung dan kemungkinan jika dilanjutkan?

c. Apakah sarana dan prasarana yang disediakan dimanfaatkan secara maksimal?

d. Hambatan-hambatan apa saja yang dijumpai selama pelaksanaan program dan kemungkinan jika program dilanjutkan?

4. Product Evaluation

Evaluasi produk atau hasil diarahkan pada hal-hal yang menunjukkan perubahan yang terjadi pada masukan mentah, dalam contoh PMTAS adalah siswa yang menerima makanan tambahan. Evaluasi produk merupakan tahap akhhir dari serangakaian evaluasi program. Dalam program PMTAS, pertanyaan-pertanyaan yang dapat diajukan, antara lain:

a. Apakah tujuan-tujuan yang ditetapkan sudah tercapai?

b. Pertanyaan-pertanyaan apakah yang mungkin dirumuskan berkaitan antara rincian proses dengan pencapaian tujuan?

c. Dalam hal-hal apakah berbagai kebutuhan siswa sudah dapat dipenuhi selama proses pemberian makanan tambahan (misalnya variasi makanan, banyaknya ukuran makanan dan ketepatan waktu pemberian)?

d. Apakah dampak yang diperoleh siswa dalam waktu yang relatif panjang dengan adanya program makanan tambahan itu?

sumber :

Arikunto, Suharsimi, Prof. Dr., 2008. Evaluasi Program Pendidikan. Jakarta. Bumi Aksara

About these ads

About rikisetiawan

Semua adalah teman, banyak teman banyak ilmu, marilah saling membantu sesama...

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: